Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Ekonom: Modal asing masuk RI perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas BI
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai aliran modal asing masuk (capital inflow) senilai Rp140,7 triliun pe
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Jumat, 25 September 2026 pukul 12:55 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Sementara, fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undisbursed loan masih berkisar Rp2.548 triliun per Juli 2026. Data ini dinilai menunjukkan bahwa likuiditas tersedia, tetapi permintaan kredit dan ekspansi usaha belum cukup kuat.
"Artinya, bottleneck ada pada transmisi, bukan semata pada suplai dana. Untuk itu, insentif likuiditas BI perlu lebih kuat dikaitkan dengan kredit investasi dan modal kerja ke sektor produktif," kata Rizal.
Dia mencontohkan sejumlah sektor produktif yang potensial di antaranya termasuk manufaktur, pertanian, hilirisasi, UMKM, dan industri padat karya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.