Rizal menggarisbawahi pemerintah perlu menghindari potensi imbal hasil instrumen keuangan menawarkan keuntungan yang lebih menarik dibandingkan pembiayaan sektor riil yang berujung menciptakan tekanan ketersediaan dana di sektor keuangan (financial crowding-out).
Secara paralel, dari sisi fiskal, modal masuk melalui SBN dinilai perlu diterjemahkan menjadi belanja produktif dengan efek berganda yang tinggi sehingga mendorong masuknya investasi swasta (crowding-in).
"Ukuran keberhasilannya bukan berapa besar modal asing masuk, tetapi seberapa jauh modal tersebut akhirnya menambah investasi, kapasitas produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja," tutur dia.