Sementara itu, pengembangan smelter terintegrasi Vale di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, tercantum sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Yusuf menilai proyek berbasis HPAL menawarkan jalur hilirisasi yang berbeda dibandingkan pengolahan nikel untuk kebutuhan industri baja nirkarat.

​​​​​​​"Selain memperluas pemanfaatan sumber daya, proyek ini juga membuka akses ke rantai pasok global yang lebih beragam. Namun, MHP tetap merupakan produk antara," ujar Yusuf.

Menurut dia, dampak terhadap industrialisasi akan semakin besar apabila MHP dapat diproses lebih lanjut di Indonesia menjadi prekursor, katoda, hingga sel baterai.

Penguatan industri pengolahan juga tercermin dari nilai ekspornya yang mencapai 159,55 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.855 triliun sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 7,87 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, total ekspor Indonesia mencapai 193,64 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.466 triliun, naik 4,74 persen​​​​​​​.

Yusuf menilai pendalaman rantai nilai dan keterlibatan ekonomi lokal dapat membuat manfaat hilirisasi berkembang lebih jauh dari sekadar peningkatan nilai ekspor.

Ia mengatakan hilirisasi dapat menjadi fondasi industrialisasi nasional apabila mampu memperpanjang rantai produksi, meningkatkan nilai tambah domestik, memperkuat keterlibatan industri dalam negeri, serta memperluas kontribusi ekonomi di daerah operasional.