Maka dari itu, Fithra menilai Indonesia perlu memperkuat industrialisasi dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor dengan memproduksi sendiri barang-barang yang selama ini masih dipasok dari luar negeri.

β€œHal-hal yang biasanya kita dapatkan dari luar dari sisi input, itu bisa kita produksi di sini. Nah, itu yang akan jadi roadmap,” ujarnya.

Ia mengatakan penguatan industri juga diperlukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus memperluas lapangan kerja formal.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak menguat 66 poin atau 0,37 persen menjadi Rp17.818 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.884 per dolar AS.