Pengendalian produksi, menurut Yusuf, dapat membantu menjaga harga nikel, sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara.
Namun, penetapan kuota perlu tetap mempertimbangkan kebutuhan bahan baku industri pengolahan agar aktivitas smelter di dalam negeri tetap berjalan optimal.
"Pengurangan volume dapat meningkatkan penerimaan negara jika mampu mengangkat harga, tetapi kuota tidak boleh terlalu ketat hingga smelter kekurangan bahan baku," ujarnya.
Yusuf menilai manfaat hilirisasi sejauh ini sudah terlihat melalui peningkatan investasi, ekspor, penerimaan negara, serta penciptaan lapangan pekerjaan di kawasan industri.