Keberhasilan tersebut dapat diperkuat dengan pengendalian produksi yang tepat, insentif fiskal yang terarah, serta peningkatan standar lingkungan dan ketenagakerjaan.

Peluang Indonesia juga semakin besar karena pangsa produksi yang telah mencapai sekitar 41 persen memberikan modal untuk memperkuat posisi dalam industri nikel global.

"Pangsa 41 persen merupakan modal tawar yang besar, tetapi baru menjadi kekuatan ekonomi jika Indonesia menguasai teknologi, memperluas pembeli, menjaga harga, dan mempertahankan lebih banyak nilai tambah di dalam negeri," kata Yusuf.