NADIKABAR.COM — Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal IV 2026 efektif menjadi bantalan daya beli masyarakat.
"Stimulus fiskal kuartal IV akan cukup efektif untuk menahan pelemahan konsumsi rumah tangga, tetapi lebih tepat dilihat sebagai bantalan daya beli daripada pendorong pertumbuhan yang besar," kata Josua saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurut Josua, inflasi pada September 2026 yang berada pada level 3,28 persen lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan dan faktor pasokan.
Pihaknya juga menyoroti tekanan inflasi terutama datang dari harga pangan, energi, pelemahan rupiah, risiko El Nino, serta kenaikan biaya bahan baku impor.
Dalam kondisi seperti itu, kata Josua, desain stimulus kuartal IV relatif tepat sasaran karena langsung menyentuh dua komponen yang paling menentukan konsumsi kelompok bawah dan menengah bawah.