Kecepatan pencairan juga dinilai turut menjadi faktor penting. Jika bantuan tersalurkan sejak Oktober atau awal November, dampaknya terhadap konsumsi akhir tahun diperkirakan lebih besar, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sebaliknya, keterlambatan pencairan hingga akhir Desember dapat membuat dampak stimulus terhadap pertumbuhan kuartal IV lebih terbatas.

Oleh sebab itu, Josua menilai ukuran keberhasilan kebijakan ini bukan semata berapa triliun rupiah yang tersalurkan, tetapi apakah konsumsi riil kelompok penerima tetap terjaga tanpa menimbulkan tekanan harga tambahan yang berarti.

"Dengan inflasi inti yang masih terkendali, ruang untuk stimulus yang terarah seperti ini masih ada; tantangannya adalah memastikan penyaluran cepat dan pasokan pangan cukup agar stimulus tidak habis hanya untuk membayar kenaikan harga," tuturnya.