Pemerintah menyiapkan bantuan beras 10 kilogram per bulan selama Oktober-Desember bagi sekitar 33,24 juta keluarga desil 1-4 dengan anggaran Rp17,5 triliun, serta bantuan subsidi upah (BSU) Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan kepada 13,3 juta pekerja dengan anggaran hampir Rp12 triliun.
"Bantuan pangan bekerja dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok sehingga pendapatan dapat dialihkan ke kebutuhan lain, sedangkan bantuan upah langsung meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan," jelas Josua.
Meski demikian, ia memperkirakan stimulus lebih berperan menjaga konsumsi agar tidak melemah ketimbang mendorong lonjakan konsumsi.
Efektivitasnya juga bergantung pada perkembangan harga. Jika harga pangan, energi, dan transportasi terus meningkat, Rizal berpendapat tambahan pendapatan masyarakat berisiko habis untuk membayar barang yang sama dengan harga lebih tinggi.
Dari sisi pasokan, kenaikan daya beli juga perlu diimbangi kecukupan produksi dan distribusi pangan agar tidak kembali memicu tekanan harga.