NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai pengembangan sistem pelacakan digital menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan dari tingkat petani hingga konsumen.

Esther menilai sistem tersebut diperlukan agar asal-usul bahan pangan dapat diketahui dengan jelas dan detail, sekaligus membantu pemerintah dan pelaku usaha mendeteksi lebih dini gangguan dalam rantai pasok.

"Salah satu strategi memperkuat rantai pasok dan mutu pangan adalah dengan membangun sistem pelacakan digital agar asal-usul bahan pangan dapat dipantau dari titik produksi petani hingga konsumen akhir," kata Esther kepada NadiKabar di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, penguatan sistem tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, antara lain perangkat yang terhubung dengan internet, pencatatan digital, pengolahan data skala besar, serta sistem pendukung pengambilan keputusan.

Pemanfaatan teknologi itu diharapkan meningkatkan transparansi rantai pasok dan mempercepat penanganan gangguan distribusi sebelum berdampak lebih luas terhadap ketersediaan maupun kualitas pangan.

Selain pelacakan digital, Esther menekankan pentingnya penerapan standar keamanan dan penjaminan mutu secara konsisten, mulai dari pengolahan hingga distribusi pangan.