Faisal mengingatkan pelebaran CAD yang disertai potensi perubahan arus investasi portofolio menjadi arus keluar bersih (net outflows) dalam neraca pembayaran Indonesia (NPI) dapat memberikan tekanan signifikan terhadap cadangan devisa.

Tim ekonom Permata Bank memperkirakan cadangan devisa akan turun menjadi 143-147 miliar dolar AS pada akhir 2026, dari 156,47 miliar dolar AS pada akhir 2025.

"Tren penurunan tersebut diperkirakan berlanjut pada 2027, dengan cadangan devisa diproyeksikan tetap berada di bawah tekanan pada kisaran 141-145 miliar dolar AS," kata dia.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS pada September 2026.

Secara kumulatif, surplus perdagangan mencapai 10,61 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan surplus 33,54 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan ini, catat Faisal, menegaskan adanya risiko pelebaran CAD pada tahun ini.