NADIKABAR.COM — Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengingatkan pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dapat menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Ketidakpastian ini mencakup ketegangan geopolitik, sikap hawkish The Fed, serta potensi perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI.
Berbagai risiko tersebut diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga semester I 2027.
"Faktor-faktor tersebut dapat semakin memperkuat sentimen risk-off dan memicu arus modal keluar (capital outflows) lebih lanjut," kata Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Adapun untuk tahun ini, tim ekonom Permata Bank memperkirakan CAD akan melebar menjadi 2,49 persen terhadap PDB pada 2026, dibandingkan 0,09 persen terhadap PDB pada 2025.
Pada 2027, CAD diproyeksikan tetap tinggi di kisaran 2,49 persen terhadap PDB.