NADIKABAR.COM — Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fitra Faisal Hastiadi menilai peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia menjadi bukti penguatan industri nasional yang ditopang pertumbuhan permintaan riil.

Adapun PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai level 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi sejak Maret 2024.

"Artinya, industri kita tidak sedang memproduksi tanpa arah, melainkan merespons permintaan yang memang tumbuh. Ini penting, karena dalam perspektif ekonomi, produksi yang didorong oleh permintaan riil memiliki fondasi keberlanjutan yang lebih kuat," ujar Fitra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Penguatan sektor manufaktur juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian yang meningkat 1,84 poin menjadi 53,77 pada Oktober 2026. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak Februari 2026.