Dia berpendapat, ekonomi riil menunjukkan sinyal yang lebih beragam.

Pertumbuhan kredit mencetak level yang tinggi, namun utamanya didorong oleh pembiayaan korporasi dan investasi. Sementara itu, pemulihan konsumsi rumah tangga masih berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

β€œIni menunjukkan ada jarak antara kesehatan sektor keuangan dan kondisi masyarakat. Perbankan terlihat sehat, tetapi daya beli belum tentu ikut kuat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa asesmen KSSK bersifat melihat kondisi periode sebelumnya (backward looking), sehingga belum tentu menggambarkan risiko yang berkembang setelah kuartal III berakhir.