NADIKABAR.COM — Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai transmisi aliran modal asing masuk (capital inflow) perlu diperkuat demi bisa memberikan daya ungkit terhadap sektor riil.

Pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa terjadi aliran arus modal asing masuk senilai Rp140,7 triliun per 14 September 2026, yang utamanya terjadi melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Josua, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat, menjelaskan kedua instrumen tersebut tidak bisa serta merta langsung dipindahkan ke sektor riil.

Sebab, SBN merupakan instrumen pembiayaan pemerintah dan tenornya tidak seluruhnya pendek, sedangkan SRBI terutama merupakan instrumen operasi moneter Bank Indonesia untuk mengelola likuiditas dan membantu stabilisasi rupiah.

Maka dari itu, kata Josua, yang perlu diperkuat adalah jembatan transmisinya.