Pada saat yang sama, kredit investasi tumbuh 25,11 persen dan kredit modal kerja 11,45 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

Tren itu disebut menunjukkan bahwa saluran menuju sektor produktif sebenarnya mulai terbuka.

Ke depan, Josua berpendapat insentif likuiditas sebaiknya semakin dikaitkan dengan tambahan kredit baru yang benar-benar masuk ke sektor dengan daya ungkit besar seperti manufaktur, pertanian, hilirisasi, ekspor, infrastruktur, usaha kecil dan menengah, serta ekonomi hijau, dengan tetap menjaga kualitas kredit.

"Dengan demikian, bank memperoleh keuntungan lebih besar apabila likuiditas digunakan untuk membiayai kegiatan ekonomi dibandingkan hanya menambah kepemilikan surat berharga," tuturnya.