Sebagai contoh, untuk modal yang masuk melalui SBN, manfaat ke sektor riil terutama muncul apabila pembiayaan yang diperoleh pemerintah kemudian diterjemahkan menjadi belanja yang benar-benar produktif.
"Misalnya, infrastruktur, konektivitas, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta program yang dapat memancing investasi swasta. Artinya, kualitas belanja APBN menjadi sama pentingnya dengan keberhasilan menarik pembeli SBN," kata Josua.
Sementara untuk SRBI, keberhasilan menarik modal asing membantu menambah pasokan valuta asing dan menjaga rupiah. Tetapi, Josua menekankan, jangan sampai imbal hasil instrumen keuangan terlalu menarik, sehingga bank atau pemilik dana lebih nyaman membeli surat berharga dibandingkan membiayai kegiatan usaha.
Meski begitu, Josua menyebut BI telah mengambil kebijakan yang tepat melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial.
Hingga awal September, insentif likuiditas yang diterima perbankan mencapai Rp461,2 triliun, termasuk Rp123 triliun melalui skema pendalaman pasar uang.