Peluang tersebut semakin terbuka seiring besarnya pasar ekonomi halal global. Dalam forum H20 2026, Wakil Perdana Menteri Malaysia Datu’ Seri Ahmad Zahid Hamidi menyebut belanja konsumen Muslim di enam sektor utama ekonomi syariah mencapai sekitar 2,6 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029.

Sektor makanan halal menjadi kontributor terbesar dengan nilai belanja lebih dari 1,33 triliun dolar AS pada 2024.

Namun, potensi pasar halal tidak hanya berada pada produk makanan, tetapi juga mencakup farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, teknologi, hingga keuangan.

Besarnya cakupan tersebut membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk masuk ke berbagai mata rantai industri halal, sekaligus mengembangkan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah.