Mendag juga memastikan pada Harbolnas tahun ini para pedagang yang mengikuti kegiatan akan terdata dalam sistem Kementerian. Hal ini dimaksudkan untuk memantau aktivitas perdagangan selama rangkaian program tersebut.
Selain itu pendataan pedagang yang terlibat juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah memantau produk yang dijual selama Harbolnas. Sebab Harbolnas tahun ini diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM.
"Ya nanti ketahuan dari ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua," tutur Mendag.
Sebagai informasi, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp 36,4 triliun atau naik 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rpb31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang sekitar 45% dari total transaksi dengan nilai capai Rp 16,6 triliun.