"Kemudian dari sisi inflasi kita juga manageable. Vietnam dia boleh ekonomi tinggi tapi inflasi dia di atas, 4,5%, 5% seperti itu. Kemudian juga defisit fiskal prudent. Jadi pemerintah disiplin dalam menjalankan defisit fiskal. Yang di mana di tahun 2025 2,8% dan diperkirakan diperkirakan tahun ini juga sekitar 2,85%, ya. Kemudian kita lihat rasio utang, itu juga yang kanan, itu juga kita relatif manageable ya," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Destry menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya masih berada di bawah level optimal.
Untuk itu, diperlukan kerja bersama dari pemerintah, BI, pelaku usaha, ekonom, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong pertumbuhan. Terlebih, kata Destry, permasalahan yang ada saat ini semakin kompleks.