Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut dihitung berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan III-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.741 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.633,2 triliun sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 bila dibandingkan dengan triwulan III-2025 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,47%" kata Edy di kantor pusat BPS, Kamis (5/11/2026).

BPS mencatat kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator aktivitas belanja masyarakat yang tumbuh positif. Nilai transaksi barang dan jasa secara online tumbuh 22,02% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, nilai impor barang konsumsi meningkat 12,77%.

"Volume penjualan sepeda motor dan mobil penumpang masing-masing sebesar 8,92% dan 25,95% secara yoy. Nilai transaksi uang elektronik tumbuh 29,23% yoy," papar Edy.