NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memproyeksikan ekonomi Sulsel tumbuh 5,4% hingga 6,2% pada 2026. Proyeksi tersebut tetap dipertahankan meski pertumbuhan ekonomi Sulsel mengalami perlambatan pada kuartal II 2026.

Berdasarkan data BI Sulsel, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal II 2026 tercatat 5,59% secara year-on-year (yoy). Angka tersebut melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 6,88%.

"Ekonomi Sulawesi Selatan melambat dari 6,88% menjadi 5,6%. Tapi perlambatan ini masih menempatkan Sulawesi Selatan di ranking 12 secara nasional," ujar Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda dalam agenda Pelatihan Wartawan Sulsel di Hotel Pullman Bali Legian Nirwana, Kamis (27/8/2026).

Di tengah perlambatan pertumbuhan, kondisi inflasi Sulsel pada Juli 2026 justru relatif terkendali. Sulsel mencatat deflasi 0,18% secara month-to-month (mtm), sementara inflasi tahunan berada di angka 2,75%.

Tekanan harga pangan juga mereda, tercermin dari kelompok volatile food (VF) mengalami deflasi 1,15% secara mtm pada Juli 2026. Meski begitu, BI Sulsel tetap mewaspadai risiko inflasi, khususnya dari komoditas pangan bergejolak (VF).

BI Sulsel memprediksi inflasi Sulsel pada 2026-2027 masih akan tetap terjaga dalam rentang 2,5% dengan batas toleransi naik atau turun 1%. Namun, risiko tekanan harga dari kelompok volatile food (VF) masih perlu diwaspadai.

Salah satu yang menjadi perhatian BI adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan. Pasalnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki kontribusi 23,01% terhadap PDRB Sulsel pada tahun 2025.

Pada kuartal II 2026 sektor tersebut justru mengalami kontraksi, di mana salah satunya disebabkan penurunan produksi padi. Kondisi ini menjadi perhatian karena pangan merupakan kebutuhan dasar yang tetap harus dipenuhi masyarakat.

Ketika pasokan terganggu, kenaikan harga pangan dapat menambah tekanan inflasi dan mengurangi ruang belanja masyarakat. Rizki mengatakan volatilitas harga pangan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah bersama BI.