Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) maupun indikator ekonomi lainnya. Dampak sosial juga harus menjadi bagian dari indikator pertumbuhan ekonomi, mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup, hingga terbukanya peluang yang luas bagi rakyat.
Menurutnya, dampak tersebut seringkali terabaikan karena terlalu fokus pada angka-angka pertumbuhan. Padahal menurutnya, manfaat nyata yang dirasakan masyarakat menjadi bagian penting untuk pertumbuhan ekonomi.
"Kemajuan ekonomi Indonesia telah didorong oleh kontribusi kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemilik warung dan pedagang kecil hingga pusat perbelanjaan besar. Dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga korporasi besar. Dan dari Badan Usaha Milik Negara hingga bisnis swasta," jelasnya.