Sejumlah anggota keluarga Rajapaksa lainnya juga menghadapi masalah hukum.
Putra sulung Sriranthi, Namal Rajapaksa, yang merupakan anggota parlemen dari kubu oposisi, kini ditahan atas tuduhan terkait kesepakatan pembelian pesawat Airbus tahun 2013, yang ditandatangani saat ayahnya masih menjabat sebagai presiden.
Keluarga Rajapaksa secara konsisten membantah tuduhan korupsi tersebut dan menepis kasus-kasus yang menjerat mereka sebagai tindakan yang bermotif politik.
Mahinda Rajapaksa yang menjabat Presiden Sri Lanka periode tahun 2005-2015, tetap menjadi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di negara tersebut. Pamor keluarga Rajapaksa semakin merosot sejak aksi protes massal melengserkan saudara Mahinda, Gotabaya Rajapaksa, dari kursi kepresidenan tahun 2022.