Sebelumnya, Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menuding Singapura memanfaatkan lembaga penyedia indeks global MSCI untuk menekan pasar saham Indonesia.
Lutfi menjabat sebagai mendag di dua era kepresidenan. Pertama, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ia menjabat pada 14 Februari - 20 Oktober 2014. Kedua, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan periode menjabat 23 Desember 2020 hingga 15 Juni 2022.
Dalam unggahannya, ia menduga langkah Singapura bertujuan menjatuhkan harga saham di pasar modal Indonesia dan memungkinkan investor asing memborong saham RI di harga murah. Menurutnya, tekanan itu dilakukan melalui ancaman penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
"Lalu, kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia?" kata Lutfi dalam unggahan reels di akun Instagram resminya @m.lutfi, Senin (19/10).
Lutfi bahkan mengaku mendapat informasi bahwa seorang petinggi GIC bernama Rachel Goh ikut menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia.
"Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Goh di GIC yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan," ujarnya.