NADIKABAR.COM — Mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi angkat bicara terkait MSCI membuka opsi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market

Dia menilai ancaman penurunan status tersebut terjadi karena adanya campur tangan Singapura. Institusi investasi Singapura, Temasek dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), memiliki pengaruh besar terhadap MSCI.

Bahkan, dirinya mengaku mendapat informasi bahwa Rachel Goh dari GIC menekan MSCI agar menurunkan status pasar modal Indonesia. Tujuannya untuk memicu kepanikan di pasar saham agar investor asing bisa kembali membeli saham Indonesia dengan harga murah.

Pasalnya, Lutfi menilai status Standalone Market diperuntukkan bagi negara yang menerapkan capital control atau pembatasan arus modal. Sementara bagi Lutfi, hal ini tidak terjadi di Indonesia.