"Jadi, bagaimana caranya supaya mereka bisa masuk lagi? Mereka tekan MSCI untuk mengancam turunkan kasta Indonesia ke Standalone Market, bikin kepanikan massal supaya indeks saham kita rontok. Lalu mereka borong kembali aset-aset terbaik Indonesia di harga diskon," terangnya.

Atas kondisi saat ini, ia mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi oleh sentimen negeri tetangga itu. Dia menilai persoalan tersebut bukan sekadar gejolak di pasar saham, melainkan juga menyangkut kendali atas kekayaan nasional. Kondisi ini kata Lufti juga terjadi atas isu kebakaran lahan dan hutan akibat ulah pihak Singapura.

"Jadi, buat bangsa Indonesia, jangan mau kita diadu-adu, dibuat minder oleh negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, kita harus patriotik. Kita jaga harga diri bangsa kita sendiri," katanya.