NADIKABAR.COM — Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menolak dakwaan penyiksaan terhadapnya dan istrinya, Cilia Flores, pada Kamis (15/10) dan menyebutnya sebagai "tuduhan palsu".

Ia bersikap konfrontatif saat diminta menyampaikan pembelaannya, dengan mengecam tuduhan penyiksaan tersebut sebagai "tuduhan palsu dan kesaksian palsu".

Hakim Alvin K. Hellerstein kemudian menyela dan menyatakan bahwa "plea tidak bersalah akan dicatat atas nama Tuan Maduro."

Sementara itu, Flores mengatakan melalui penerjemah bahasa Spanyol, "Saya sepenuhnya tidak bersalah. Saya tidak bersalah."

Seperti dalam persidangan sebelumnya, Maduro dan Flores mengikuti jalannya sidang melalui headphone yang menyalurkan suara penerjemah pengadilan. Di beberapa kesempatan, Maduro yang berkacamata terlihat memeriksa dokumen di hadapannya.

Saat memasuki ruang sidang, Maduro melambaikan tangan kepada audiens yang hadir dan berjabat tangan dengan salah satu pengacaranya, Barry Pollack. Flores juga sempat mencium pipi salah satu kuasa hukumnya, Mark Donnelly.

Pollack mengatakan saat dakwaan diumumkan pekan lalu, Maduro, yang kini berusia 63 tahun, membantah seluruh tuduhan dan "menantikan harinya di pengadilan."

Keduanya saat ini ditahan di New York, Amerika Serikat (AS). Mereka ditangkap militer AS dalam penggerebekan di kediaman mereka di Caracas pada Januari lalu.