Dino menilai Indonesia memiliki modal strategis untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan negara kepulauan terbesar di kawasan antara Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia dinilai sulit diabaikan oleh negara-negara yang ingin memperluas pengaruhnya di Indo-Pasifik.
"Orang kalau mereka mau aktif di Indo-Pasifik, mereka harus merebut hati kita dan harus bekerja sama dengan Indonesia. Kalau mereka mau aktif di Asia Tenggara, mereka harus bisa berdansa dengan kita," katanya.
Namun, Dino mengingatkan posisi strategis tersebut tidak akan cukup jika Indonesia kehilangan kepercayaan dari mitra internasional. Ia menilai pemulihan kredibilitas yang sudah terkikis akan membutuhkan upaya yang tidak mudah.
"Karena begitu terkuras, susah membangunnya lagi. Padahal itu adalah aset kita yang paling berharga dalam percaturan dunia," ujarnya.
Dino juga menyoroti keterbatasan anggaran diplomasi Indonesia di luar negeri. Menurutnya, menjaga kredibilitas dan memperkuat hubungan internasional tidak cukup hanya dengan sikap yang konsisten, tetapi juga membutuhkan keaktifan pemerintah serta dukungan sumber daya yang memadai.
Ia mengungkapkan pengalamannya berbincang dengan seorang kepala perwakilan Indonesia di luar negeri yang mengeluhkan penurunan anggaran untuk promosi Indonesia di negara tempatnya bertugas.