NADIKABAR.COM — Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai level 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi sejak Maret 2024. Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fitra Faisal Hastiadi menilai ekspansi industri manufaktur Indonesia masih memiliki pondasi yang kuat karena didorong peningkatan permintaan riil, bukan sekadar penambahan produksi.

"Artinya, industri kita tidak sedang memproduksi tanpa arah, melainkan merespons permintaan yang memang tumbuh. Ini penting, karena dalam perspektif ekonomi, produksi yang didorong oleh permintaan riil memiliki pondasi keberlanjutan yang lebih kuat," ujar Fitra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Ia membeberkan penguatan manufaktur juga tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian yang naik 1,84 poin menjadi 53,77 pada Oktober 2026, tertinggi sejak Februari 2026. Kenaikan itu terutama ditopang Indeks Pesanan Baru yang mencapai 56,08, tertinggi kedua sejak November 2022. Sejalan dengan itu, Indeks Produksi turut naik ke 55,38.