Pipa East-West memiliki peran penting selama perang Iran karena memungkinkan Saudi menghindari Selat Hormuz. Minyak dari kawasan produksi di bagian timur Saudi dapat dialirkan menuju terminal Yanbu di Laut Merah tanpa harus melewati selat tersebut.
Penutupan jalur pipa sempat membuat harga minyak mentah Brent melonjak mendekati US$ 110 per barel. Namun, harga kemudian berangsur turun seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa gangguan tersebut tidak separah perkiraan awal.
Saudi kini kembali mengalihkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat (AS) membuka jalur pelayaran di sepanjang pesisir Oman. Negara-negara Teluk lainnya juga telah menggunakan jalur tersebut selama beberapa bulan, meskipun serangan terhadap kapal tanker masih terjadi.