Kepala Pusat Energi dan Pangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov membenarkan tingginya risiko gangguan akibat fenomena alam tersebut.
"Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan dan pendangkalan sungai berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM, khususnya di wilayah yang mengandalkan transportasi sungai," ujar Abra kepada NadiKabar.com, Kamis (22/10).
Menurut Abra, pengalihan ke jalur darat jelas akan membebani operasional karena membutuhkan tambahan armada, biaya yang lebih besar, serta waktu tempuh pengiriman yang lebih lama.
Situasi tersebut berisiko memicu keterlambatan pasokan hingga kelangkaan BBM di sejumlah daerah.