NADIKABAR.COM — Pelong hanya memiliki satu mata. Elang brontok itu sudah kehilangan mata kanannya sebelum tiba di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Garut, Jawa Barat, dan sejak itu pandangannya hanya menjangkau satu sisi.

Namanya lahir dari kekurangan tersebut, yakni dari ungkapan Sunda "teu bisa melong", tak bisa melihat. Namun, yang menyimpang justru tabiatnya. Setiap kali ada manusia yang berkunjung ke kandang edukasi di PKEK, Pelong merapat ke balik kawat, mendekat. Lalu, dia mengambil sikap paling waspada, dengan tatapan yang begitu tajam melihat manusia, hendak menyerang.

Petugas bilang, tujuan Pelong adalah menerkam makanan, sebagaimana yang selalu dilihatnya ada pada majikannya dulu. Elang sebagai seekor pemangsa puncak, semestinya menghindari manusia, tetapi Pelong malah menghampiri seperti anjing peliharaan yang meminta makanan.

Kebiasaan ganjil itu peninggalan pemilik lamanya. Pelong dijinakkan terlalu lama hingga naluri liarnya terkikis.