NADIKABAR.COM — Elon Musk, sekutu Presiden Donald Trump, melontarkan ancaman kepada kubu Demokrat yang berniat menyelidiki dugaan korupsi serta perannya di pemerintahan Amerika Serikat jika mereka berhasil menguasai Kongres bulan depan.
"Siapa yang hidup dengan pedang, akan mati oleh pedang," tulis Musk di X, platform media sosial miliknya, sebagai tanggapan atas artikel berita Politico mengenai rencana Demokrat untuk menyelidiki aktivitasnya jika memenangkan pemilihan sela pada bulan November.
"Mereka yang mencari masalah dengan saya harus paham bahwa saya akan mencari tahu siapa dalang sebenarnya dan memburu mereka, bukan cuma bonekanya," tambah Musk di platform tersebut, yang rutin ia gunakan untuk menyebarkan teori konspirasi.
Musk, triliuner pertama Amerika Serikat, merupakan penyumbang dana utama bagi Partai Republik pimpinan Trump. Ia kerap bertindak sebagai penasihat presiden dan penerima besar kontrak pemerintah melalui kerajaan SpaceX miliknya. Ia juga mengendalikan perusahaan perintis mobil listrik, Tesla.
Setelah membantu mendanai kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan pada pemilu 2024, Musk menjalankan proyek kontroversial di Department of Government Efficiency (DOGE) yang dia pimpin. Misinya saat itu adalah memangkas pengeluaran pemerintah AS dan membuat hampir 300.000 pegawai kehilangan pekerjaan.
Partai Republik saat ini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun dikutip NadiKabar dari AFP, Partai Demokrat diprediksi akan memenangkan setidaknya majelis rendah (DPR) pada 3 November mendatang.
Hal ini akan menempatkan kubu Demokrat di kursi pimpinan komite-komite investigasi yang berkuasa, lengkap dengan wewenang untuk memaksa pemberian kesaksian-serta menjadikan Musk sebagai target utama.
"Banyaknya konflik kepentingan (di sini) benar-benar mencengangkan," ujar politikus Demokrat berpengaruh, Zoe Lofgren, seperti dikutip dalam laporan Politico.