NADIKABAR.COM — Elon Musk menggelontorkan hampir setengah miliar dolar jelang pemilu paruh waktu Amerika tahun 2026, menjadikannya penyumbang tunggal terbesar yang terungkap dalam politik Amerika modern, sekaligus salah satu penyumbang terbesar Partai Republik sepanjang masa.

Pria terkaya di dunia ini menyumbang lebih dari USD 445 juta untuk komite-komite tingkat federal saja hingga pertengahan Oktober 2026, lebih dari dua kali lipat USD 177 juta sumbangan megadonatur Partai Demokrat, George Soros, ke kelompok di luar partai selama siklus 2022, saat itu menjadikannya penyumbang individu terbesar dalam pemilu sela Kongres terakhir.

Menurut Brendan Glavin dari OpenSecretsang, Musk dapat sendirian mengubah arah pemilu sela. "Satu orang sepenuhnya mendominasi dan mengubah peta tentang bagaimana kubu Republik bisa membelanjakan uang dan mempertahankan diri," ujarnya dikutip NadiKabar dari NadiKabar, Senin (2/11/2026).

Musk telah menyumbangkan hampir USD 16 juta kepada America PAC, sebuah super PAC (Komite Aksi Politik super) yang menjadi pusat dari operasi politiknya. Aktivitas kelompok ini mencakup lebih dari 40 pemilihan DPR dan Senat.

Namun, tidak ada tempat di mana sang miliarder membelanjakan uangnya lebih besar dibandingkan di Texas di mana ia tinggal dan menjadikan negara bagian tersebut kantor pusat sebagian imperium bisnisnya.

Persaingan krusial perebutan kursi Senat di sana, antara James Talarico dari Demokrat dan Ken Paxton dari Republik, dapat menentukan partai mana yang mengendalikan majelis tersebut selama dua tahun terakhir jabatan Donald Trump di Gedung Putih.

America PAC mendanai selebaran via pos, iklan digital, dan upaya lainnya kepada pemilih Texas dalam upaya untuk mengalahkan Talarico dan kandidat Demokrat lainnya.

Akan tetapi, jauh lebih banyak uang Musk, sejauh ini setidaknya USD 168 juta, disalurkan di Texas melalui kelompok-kelompok lain. Sepasang donasi bulan lalu, misalnya, kepada Senate Leadership Fund, super PAC Republik terkemuka, dengan cepat disalurkan ke kelompok kedua, Texas PAC, yang melancarkan serangan terhadap Talarico.

Sebagian besar pesan anti Talarico bertujuan menggambarkannya tak sejalan dengan nilai-nilai Texas, beberapa di antaranya mengutip suaranya sebagai anggota dewan legislatif negara bagian yang menentang UU tahun 2023 yang melarang operasi kelamin dan intervensi medis lainnya untuk anak di bawah umur.

Talarico sendiri makin sering membidik Musk terkait peran besarnya dalam persaingan di Texas, seiring upaya Demokrat memotivasi pemilih mereka agar memberikan suara di tahap akhir menjelang hari pemilihan.

"Elon Musk mencoba membeli kursi Senat ini. Kemungkinan besar, jika Anda melihat iklan serangan di TV Anda, itu adalah ulah Elon. Jika Anda mendapatkan kebohongan di kotak pos Anda, itu ulah Elon. Jika Anda menerima pesan teks yang mengatakan hal-hal mengerikan tentang saya, itu juga ulah Elon," kata Talarico.

Partai Demokrat berusaha menggunakan sosok Musk sebagai target perlawanan untuk mendorong tingkat partisipasi pemilih. Musk dan pengeluarannya membayangi jalannya pemilu.

"Sang miliarder mungkin tidak berada di panggung, memegang gergaji mesin dan aksi teatrikal lainnya, tapi tak ada cara menyembunyikan kontribusi yang ia berikan atau seberapa peduli dirinya terhadap kandidat Partai Republik," kata Lynda Tran selaku pakar strategi Partai Demokrat.