Elviana kemudian mendirikan komunitas perempuan kreatif di Pampang, Samarinda, yang diberi nama Letut Udep. Ia juga membangun tempat pelatihan bagi mereka yang ingin mempelajari keterampilan membuat kerajinan sekaligus mengenal makna di balik motif dan proses pembuatannya.
"Kalau hanya membuat gelang dan kalung, cukup sehari pelatihannya. Tapi kalau membuat baju adat, butuh waktu berminggu-minggu. Harus mulai dari memilih bahan, membuat motif, menjahit, hingga memasang aksesori," tutur Elviana sambil menghias bluko.
Lebih dari 1.000 orang telah mengikuti pelatihan yang diberikan Elviana. Di Kalimantan Utara, dua orang yang pernah dilatihnya sekarang mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri. Sementara di Kabupaten Kutai Timur, 10 orang lainnya masih aktif membuat kerajinan.