"Alasannya karena kouta berkurang. Tapi kami melihat ada karyawan baru yang bekerja. Ini tidak dapat kami terima" katanya.
Karyawan dapur MBG lainnya, Siti Nurma, kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia menyebut seluruh karyawan yang dipecat merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi dapur MBG.
Selain itu, Siti menilai proses pemberhentian dirinya dan puluhan rekannya dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Kami kecewa karena dilakukan sepihak dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Seharusnya kami warga lokal diprioritaskan," terangnya.
Siti mengatakan pemberhentian tersebut akan berdampak pada hilangnya mata pencahariannya. Sebab, menjadi karyawan dapur MBG merupakan sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah suaminya tidak lagi bekerja.