NADIKABAR.COM — PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 43,8 juta atau sekitar Rp 792,78 miliar (kurs Rp 18.100) selama sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan perusahaan tercatat US$ 203,9 juta, meningkat 4% dari US$ 196,0 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pengakuan pendapatan penuh proyek Sengkang Gas Compressor sebesar US$ 8,4 juta serta peningkatan pendapatan dari lifting minyak dan gas sebesar US$ 2,7 juta.
Beban pokok pendapatan mengalami penurunan sebesar 5% menjadi US$ 132,7 juta, antara lain karena berkurangnya volume pembelian gas akibat gangguan jaringan pipa gas di Sumatera. Dengan demikian, laba kotor perseroan meningkat 26% menjadi US$ 71,2 juta.Laba bersih perusahaan meningkat 82% menjadi US$ 43,8 juta hingga kuartal III 2026, dibandingkan US$ 24,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih sekitar 21%. Pertumbuhan laba didukung oleh kenaikan laba kotor, kontribusi pendapatan investasi sebesar US$ 13,2 juta dari kepemilikan 20% di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), serta peningkatan pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) seiring kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, perseroan mencatat keuntungan dari gain on bargain purchase sebesar US$ 3,9 juta yang diperolehdari transaksi akuisisi SMS Development Ltd melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). SMS Development Ltd memiliki 20% kepemilikan saham pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), yang merupakan operator Wilayah Kerja Madura Strait. Kinerja tersebut dicapai meskipun beban keuangan meningkat sehubungan dengan pendanaan akuisisi HCML, sekaligus menunjukkan kontribusi positif dari diversifikasi portofolio investasi strategis Perseroan."Kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi diversifikasi portofolio perseroan berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Meskipun bisnis downstream sempat menghadapi gangguan operasional, perseroan tetap mencatat pertumbuhan laba yang kuat berkat disiplin pengelolaan biaya dan kontribusi investasi strategis, termasuk HCML yang telah memberikan dampak positif pada tahun pertama investasinya," kata Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).Untuk mengoptimalkan struktur pendanaan, perseroan melaksanakan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026. Nilai penerbitan yang dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) masing-masing mencapai Rp 1,01 triliun untuk obligasi dan Rp 191,6 miliar untuk sukuk. Kedua instrumen ditawarkan dalam dua seri, yaitu Seri A dengan tenor tiga tahun dan tingkat kupon/imbal hasil 8,50% per tahun, serta Seri B dengan tenor lima tahun dan tingkat kupon/imbal hasil 9,00% per tahun.
Obligasi dan sukuk tersebut memperoleh peringkat masing-masing idA+ dan idA+(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Oktober-4 November 2026, dengan rencana pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2026. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pelunasan dipercepat sejumlah fasilitas pinjaman bank Perseroan dan perusahaan anak serta untuk modal kerja.Memasuki kuartal IV 2026, perseroan memprioritaskan pemulihan volume penjualan gas, penyelesaian proyek infrastruktur energi, dan optimalisasi kontribusi portofolio investasi. Penawaran obligasi dan sukuk diharapkan turut meningkatkan fleksibilitas keuangan perseroan untuk mendukung agenda pertumbuhan.