Endang juga melihat permasalahan lingkungan karena pembuatan batik banyak menggunakan pewarna kimia oleh pembatik rumahan hingga mencemari lingkungan.

Dari sejumlah permasalahan itu, Endang memberikan solusi melalui Sanggar Mbah Guru. Pertama, memberikan beasiswa membatik dan wisata edukasi batik untuk menciptakan sumber daya pembatik baru.

Kedua, penciptaan lapangan pekerjaan dan pemberdayaan kaum perempuan desa di Lamongan. Ketiga, penggunaan pewarna alam regeneratif dan sirkular dalam memproduksi batik.

Endang menyebut hadirnya Sanggar Mbah Guru sudah memiliki sejumlah dampak positif. Di antaranya, 20.000 lebih pembelajar batik di Sanggar Mbah Guru; 1.000 lebih batik terjual dan pohon ditanam; 100 lebih penerima beasiswa membatik; 100 lebih masyarakat terberdayakan; 10 lebih penghargaan dan apresiasi nasional dan internasional.

Selain itu, Endang sudah memperkenalkan dan membawa batik desa di Lamongan yang hampir punah ke kancah internasional.