NADIKABAR.COM — Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) mendorong kerja sama regional untuk memperkuat ketahanan energi dan daya saing industri ASEAN lewat kegiatan 2nd East Asia Media Caucus di Jakarta.
"Forum yang mempertemukan peneliti dan jurnalis dari sejumlah negara ASEAN ini mengangkat peluang efisiensi biaya penyediaan cadangan minyak darurat sekaligus mendorong pelaku usaha beralih ke proses produksi yang lebih bersih dan berkelanjutan," kata Chief Operating Officer ERIA Takayuki Yamanaka di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan bahwa gangguan pasokan energi global menunjukkan pentingnya kesiapan dan kerja sama antarnegara dalam menghadapi tantangan energi.
Menurut dia, upaya memperkuat ketahanan energi juga perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan hijau dan transformasi digital untuk meningkatkan daya saing serta memperkuat integrasi ekonomi kawasan.
Ia menilai satu peluang kerja sama yang dibahas dalam forum ini adalah penyediaan cadangan minyak darurat secara regional.
ERIA memperkirakan bahwa kerja sama antarnegara ASEAN dapat menekan biaya penyediaan dan penyimpanan cadangan minyak tambahan menjadi 2,19 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp39 triliun lebih per tahun.
Sebagai perbandingan, jika masing-masing negara mengandalkan cadangan nasional, biayanya 2,80 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp50 triliun lebih per tahun.
Dengan jumlah cadangan tambahan yang sama, skema kerja sama regional ini berpotensi menghemat biaya sekitar 22 persen atau setara 610 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp10 triliun lebih per tahun.