Senada dengan Erick, Ferry Paulus menilai turnamen ini menjadi instrumen penting untuk merekatkan hubungan antara pengelola kompetisi sepak bola nasional dan awak media.

"Media merupakan salah satu pionir sebagai penghubung komunikasi kita dengan khalayak ramai. Saya melihat media ini juga selalu sangat konstruktif. Kalau di dalamnya ada dinamika yang lain, itu bagian dari dinamika media. Namun, yang jauh lebih penting sebenarnya adalah ajang silaturahmi," kata Ferry.

"Jadi, hal-hal seperti ini baik. Kemudian, tadi Pak Ketua Umum menyampaikan bahwa media yang baik juga harus memiliki wujud kesehatan. Kalau ada pertandingan seperti ini, paling tidak ada faktor fair play yang dijunjung. Kalau ada fair play, tentunya juga ada aspek kesehatan yang diusung. Jadi, bagus sekali dan harus terus dilaksanakan. Kalau perlu, digelar lebih besar dan lebih luas lagi supaya eksposur serta partisipasinya semakin banyak dan luas," lanjutnya.

Keberhasilan edisi kelima yang diikuti 16 media nasional ini mengukuhkan komitmen bersama dalam mempererat silaturahmi, menjunjung sportivitas, serta menjaga kebugaran fisik wartawan di tengah padatnya aktivitas jurnalistik.