β€œUntuk 2026, pemerintah menargetkan setidaknya 45 miliar dolar AS (Rp818,2 triliun),” ujar Yan.

Selain itu, Yan juga menyampaikan bahwa merek nikel kelas 1 (class-1 nickel) Indonesia sudah mendapatkan pengakuan dari London Metal Exchange (LME). Pengakuan tersebut, menurut Yan, menunjukkan produk hilirisasi nikel Indonesia bisa memenuhi standar pasar yang sudah menjadi acuan secara internasional.

β€œPotensi nilai tambah nikel Indonesia menjadi jauh lebih besar ketika kami mengembangkan rantai pasok,” ucap Yan.