Ia pun memaparkan perbandingan nilai produk nikel. Nilai tambah dari nikel sulfat bisa mencapai 11,4 kali lipat apabila dibandingkan dengan bijih nikel.
Untuk prekursor nikel, nilainya 19,4 kali lipat apabila dibandingkan dengan bijih nikel, kemudian katoda nikel (37,5 kali lipat), hingga sel baterai yang nilainya mencapai 67,7 kali lipat dibandingkan dengan bijih nikel.
βOleh karena itu, tujuan Indonesia bukan sekadar mengekspor lebih banyak produk mineral, melainkan membangun ekosistem yang terintegrasi dan kompetitif, mulai dari pertambangan hingga pengolahan,β kata Yan.