Maroef menyoroti ketiadaan sistem keterlacakan atau traceability yang terintegrasi. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian produksi emas dari tambang rakyat sulit untuk masuk ke rantai pasok formal dan tidak terserap oleh fasilitas pemurnian yang memenuhi standar internasional, seperti London Bullion Market Association atau LBMA.
Oleh karena itu, di sektor hulu, MIND ID mendorong transformasi pertambangan emas rakyat menjadi IPR. Di samping itu, Maroef menegaskan pentingnya implementasi IPR hanya mencakup aktivitas penambangan, bukan pengolahan.
Untuk sektor menengah atau midstream, Maroef menyampaikan pengolahan bijih harus diperkuat dengan melibatkan lembaga agregator berbadan hukum resmi.
Maroef meyakini perbaikan yang telah dilakukan dari hulu hingga menengah akan berdampak langsung pada peningkatan pasokan bijih ke dalam rantai pasok formal.
Peningkatan pasokan itulah, lanjut dia, yang secara otomatis akan menunjang produktivitas hilirisasi komoditas tambang, sehingga dapat diserap oleh pasar secara maksimal.