NADIKABAR.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan pentingnya penerimaan masyarakat terkait pengembangan proyek energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata.
"Tantangan pengembangan PLTS Terapung salah satunya adalah bagaimana kita bisa memastikan penerimaan masyarakat sekitar yang sedikit banyak pasti akan terdampak," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Eri Nurcahyanto dalam keterangan resmi dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
Menurutnya, pemerintah dan pengembang proyek perlu memberi perhatian khusus bagi nelayan, pemilik Keramba Jaring Apung (KJA), dan masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika mendampingi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meninjau PLTS Terapung Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Ia mengatakan kunjungan ke PLTS Terapung Cirata untuk menilai pelaksanaan kebijakan dan program Kementerian ESDM telah sejalan dengan pemenuhan HAM.