NADIKABAR.COM — Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, yang mendadak mengalami gangguan hingga menyebabkan sejumlah pengguna terluka, masih ditutup untuk perbaikan pagi ini. Seorang penumpang KRL, Dave, mengaku masih berdesakan di Stasiun Duri pagi ini.
"Eskalator peron 5 Stasiun Duri masih belum bisa digunakan dan masih ada tragedi desak-desakan," kata seorang pengguna KRL, Dave, saat dihubungi, Selasa (6/10/2026).
Ia tiba di Stasiun Duri sekitar pukul 07.20 WIB. Berdasarkan video yang diunggah di akun @daveclaofoile, terlihat penumpang yang turun dari KRL Tangerang dan hendak berpindah peron atau keluar stasiun mengantre panjang. Petugas KRL mengingatkan agar penumpang tidak saling dorong.
Dave mengatakan situasi di peron 5 Stasiun Duri pagi ini masih padat usai insiden salah satu eskalator rusak pada Minggu. Ia mengatakan ada penumpang yang hendak menaiki eskalator nyaris terjatuh.
"Berebutan naik eskalator, jadinya seperti tertera di video, ada yang nyaris jatuh," katanya.
Ia mengatakan banyak penumpang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab eskalator yang rusak masih belum dapat dioperasikan.
Dikonfirmasi terpisah, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan petugas masih memperbaiki eskalator secara intensif. KCI akan melakukan uji kelayakan eskalator sebelum beroperasi kembali.
"KAI Commuter juga akan melakukan uji kelayakan pada eskalator ini untuk memastikan aspek keselamatan pengguna Commuter Line yang menggunakan fasilitas ini," kata Karina.
Sementara itu, dua pengguna terdampak yang masih dirawat inap pada Minggu (4/10) di RS Duta Indah hari ini telah pulang untuk proses pemulihan atau rawat jalan.
Selama proses perbaikan eskalator di Stasiun Duri, pengguna diimbau menggunakan tangga manual sementara hingga kondisinya aman untuk digunakan kembali. Sedangkan untuk penumpang prioritas diminta menggunakan lift yang berada di belakang musala untuk menuju dan dari peron arah lintas Tangerang.
KCI mengimbau pengguna KRL yang akan transit atau keluar dan masuk di Stasiun Duri tetap mengutamakan keselamatan. KCI juga meminta maaf atas kejadian tersebut.
"Atas situasi tersebut, kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, terutama bagi pengguna yang terdampak oleh kondisi fasilitas yang sekarang masih dalam perbaikan," ujar Karina.