NADIKABAR.COM — Anggota DPR RI Komisi IV, Daniel Johan mengatakan etnis Tionghoa berperan penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga kebudayaan nasional.
Daniel menekankan bangsa Indonesia bisa berdiri seperti sekarang karena kontribusi seluruh anak bangsa, tanpa membedakan suku, agama, maupun etnis.
"Komunitas Tionghoa telah memberikan sumbangsih besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan nasional. Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus," tuturnya dihimpun dari keterangan resmi, Minggu (13/9/2026).
Salah satunya adalah Djiaw Kie Siong, sosok etnis Tionghoa sederhana yang berasal dari Rengasdengklok. Djiaw Kie Siong merupakan warga biasa.
Sehari-hari Djiaw Kie Siong bekerja sebagai petani dan juga berdagang bambu. Meski begitu, keluarga Kie Siong termasuk salah satu keluarga yang dituakan di Rengasdengklok.
Rumahnya tergolong besar untuk ukuran kawasan Rengasdengklok saat itu. Rumah Djiaw Kie Siong pun terpilih untuk menampung rombongan Sukarno dan Hatta. Saat itu, Rengasdengklok dipilih karena dianggap lebih aman dan jauh dari Jakarta maupun tentara Jepang.
Di rumah itu, rombongan Sukarno-Hatta yang diculik oleh para pemuda merumuskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Rombongan itu kemudian meninggalkan Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.