Namun begitu, BI menilai perlambatan konsumsi tersebut masih dapat ditopang oleh kinerja sejumlah sektor unggulan Sumatera Utara. Kenaikan harga komoditas global dinilai memberikan keuntungan bagi daerah yang ekonominya masih ditopang sektor berbasis sumber daya alam.
Menurutnya, ekspor komoditas dari Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan sehingga mampu mengimbangi perlambatan konsumsi rumah tangga.
Selain itu, sektor pertambangan, khususnya minyak dan gas, diprediksi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini.
"Kami lihat bahwa di tengah situasi global yang mengakibatkan harga komunitas ini meningkat kita di Sumatera ini masih resource based ekonomi, jadi ekspor kita juga harganya meningkat. Kami lihat sektor pertambangan dari minyak dan gas ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di tahun ini," ujarnya.