NADIKABAR.COM — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Medan mengaku banyak warga yang mengadu terkait kenaikan harga bahan-bahan pokok di pasar.

"Kami mendapat aduan dari masyarakat terkait naiknya bahan-bahan kebutuhan pokok," ujar Ketua Fraksi Zulham Efendi dalam pandangan umum fraksi dilihat NadiKabar, Kamis (27/8/2026).

Untuk itu, Zulham mengatakan, Fraksi PKS meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dapat melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga.

"Fraksi PKS meminta kepada Pemerintah Kota Medan untuk dapat menstabilkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang ada di pasaran. Kami meminta kepada Pemerintah Kota Medan melalui OPD terkait, agar melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan ketersedian bahan pokok," katanya.

Zulham berharap, Pemkot Medan dapat memperhatikan permasalahan ini dengan serius. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok berimbas kepada kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

"Kami berharap permasalahan tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan, karena menjaga keterjangkauan kebutuhan bahan pokok merupakan bagian penting dalam melindungi kesejahteraan masyarakat Kota Medan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan harga kebutuhan pokok di Sumatera Utara (Sumut) membuat konsumsi warga melambat. Selain itu masyarakat juga mulai menggunakan tabungan imbas kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Ameriza M Moesa menyebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan BI, sebagian masyarakat bahkan mulai menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tekanan ekonomi diakuinya membuat konsumsi masyarakat melemah.

"Ada beberapa yang agak melambat yang pertama mungkin konsumsi ya dengan kenaikan harga banyak masyarakat yang menunda konsumsinya. Bahkan sebagian masyarakat berdasarkan survei sudah mulai menggunakan tabungan jadi di sini memang ada sedikit perlambatan," katanya di Medan, Kamis (25/6/2026).

Namun begitu, BI menilai perlambatan konsumsi tersebut masih dapat ditopang oleh kinerja sejumlah sektor unggulan Sumatera Utara. Kenaikan harga komoditas global dinilai memberikan keuntungan bagi daerah yang ekonominya masih ditopang sektor berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, ekspor komoditas dari Sumatera Utara diperkirakan mengalami peningkatan sehingga mampu mengimbangi perlambatan konsumsi rumah tangga.

Selain itu, sektor pertambangan, khususnya minyak dan gas, diprediksi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini.

"Kami lihat bahwa di tengah situasi global yang mengakibatkan harga komunitas ini meningkat kita di Sumatera ini masih resource based ekonomi, jadi ekspor kita juga harganya meningkat. Kami lihat sektor pertambangan dari minyak dan gas ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi di tahun ini," ujarnya.