NADIKABAR.COM — Atlet para balap sepeda Indonesia Muhammad Fadli Imammuddin ingin menjalani latihan dan pertandingan tanpa beban setelah mempertahankan tradisi medali emas dalam tiga edisi beruntun Asian Para Games.
"Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apa pun, berlatih enjoy, balapan enjoy," kata Fadli seusai pertandingan di Izu Velodrome, Shizuoka, Jepang, Selasa.
Fadli mengatakan keyakinan terhadap kemampuan sendiri menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi persaingan, terutama pada nomor yang membutuhkan daya tahan dan konsistensi sepanjang perlombaan.
Hal itu pula yang diterapkannya saat menjalani 16 putaran nomor individual pursuit klasifikasi C4 putra pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Harus tenang, karena yakin dengan catatan waktu yang saya miliki ketika berlatih dan track record saya sebelumnya," ujarnya.
"Apalagi ini 16 lap butuh ketenangan, mindset, percaya diri agar tidak kacau pikirannya. Kalau kacau pikirannya di kelas endurance ini pasti tidak akan konsisten," katanya menambahkan.
Ketenangan tersebut turut mengantarkan Fadli mencatatkan waktu 4 menit 50,169 detik pada babak kualifikasi sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games yang sebelumnya dipegang atlet China Wang Xian dengan selisih 1,863 detik.
Fadli kemudian memastikan medali emas setelah mengalahkan wakil Iran Behrooz Farzad melalui overlap pada final.
Keberhasilan tersebut melanjutkan catatan impresif mantan pembalap motor itu yang selalu meraih medali emas dalam tiga edisi Asian Para Games.
Fadli sebelumnya memenangi nomor individual pursuit C4 di Jakarta pada 2018 dan individual time trial C4-5 di Hangzhou 2022, sebelum kembali naik podium tertinggi pada nomor individual pursuit C4 di Nagoya.
Menurut Fadli, pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan selama satu tahun bersama tim para balap sepeda Indonesia serta dukungan keluarga.
"Alhamdulillah hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, bisa membuahkan hasil satu emas," katanya.
Ia pun mempersembahkan keberhasilan tersebut kepada Indonesia, seluruh anggota tim yang telah bekerja keras, serta keluarga yang terus memberikan doa dan dukungan.
"Pastinya kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras. Buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya," ujar Fadli.